LOADING

100%

AMANKAH MADU UNTUK BALITA?

Jan 17, 2018

Madu adalah makanan kesehatan yang dihasilkan oleh lebah dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Tapi tahukah Moms, selain memberikan banyak manfaat kesehatan, ternyata madu juga memiliki efek negatif?

Kalau berdasarkan asalnya, madu memiliki ratusan jenis tetapi sebenarnya produk perlebahan bukan hanya madu. Masing-masing produk olahan perlebahan ini juga memiliki kandungan zat dan nutrisi, serta manfaat yang berbeda bagi tubuh. Berikut beberapa jenis produk olahan dari lebah yang menyehatkan :

 

  • Madu
    Madu sendiri merupakan zat alami yang dihasilkan oleh lebah dari sari bunga. Penelitian modern telah menunjukkan bahwa madu memiliki zat anti-inflamasi dan merangsang respon imun dalam luka, yang digunakan sebagai perawatan luka bakar. Madu juga berfungsi sebagai anti-bakteri, antioksidan, anti-tumor, dan telah dilaporkan juga sebagai anti-virus. Dengan kandungannya, madu dikatakan dapat bermanfaat bagi penyembuhan penyakit tenggorokan, saluran pencernaan, kulit, dan jaringan tubuh lainnya.

 

  • Propolis
    Propolis bisa disebut juga sebagai lem atau sarang lebah. Propolis mengandung bioflavonoid dan Caffeic Acid Phenethyl Esther, yang merupakan zat antioksidan untuk suplemen sel. Propolis juga terdiri dari semua vitamin kecuali vitamin K. Propolis juga mengandung 16 asam amino yang amat penting untuk regenerasi sel.

 

  • Bee Pollen
    Bee Pollen merupakan serbuk sari yang dikumpulkan dari tanaman oleh lebah madu dan dibawa kembali ke sarang mereka. Pollen biasanya berwarna kecoklatan atau emas. Bee pollen merupakan makanan yang mengandung nutrisi paling lengkap dan alami. Dalam kandungannya terdapat vitamin A, D, E, K, C, dan bioflavonoid, serta B kompleks yang lengkap. Banyaknya kadar vitamin B5 dalam Bee Pollen sangat bermanfaat bagi kelenjar adrenal yang memengaruhi stres. Bee pollen juga membantu meningkatkan sel darah merah, meningkatkan kesuburan, mengurangi ketidaknyamanan di usia tua, dan menangani gejala menopause pembesaran prostat, mengatasi lesu, dan stres. Pollen juga biasa digunakan atlet untuk mengoptimalkan energi mereka.

 

  • Royal Jelly
    Royal jelly adalah campuran kompleks dari protein, gula, lemak, dan jumlah variabel vitamin dan mineral feromon. Royal jelly dapat meningkatkan metabolisme lipoprotein dan mengurangi serum total cholesterol dan kadar LDL.

Sampai saat ini sebagaimana dinyatakan dalam AAP Pediatric Nutrition Handbook,  bayi berusia kurang dari 12 bulan harus menghindari semua sumber madu.  Pernyataan tersebut cukup menjelaskan bahwa apa pun yang mengandung madu harus dihindari untuk anak di bawah usia 1 tahun. Segala macam bentuk madu tersebut meliputi ; madu murni, madu mentah, makanan mengandung madu (sereal, biskuit) dan makanan yang diolah dengan madu (dimasak atau dipanggang) .

Alasan menunda pemberian madu sampai anak berusia diatas setahun karena adanya penyakit yang cukup serius yaitu Botulisme Bayi (Infant Botulisme).  Meskipun kejadiannya jarang, tetapi Botulisme dapat berdampak hebat, sebab dapat menyebabkan kelemahan/paralisis otot, termasuk otot pernafasan, sehingga si kecil mengalami gangguan pernafasan yang dapat berujung kepada kematian. Botulisme disebabkan oleh karena bayi menelan makanan yang terkontaminasi oleh spora Clostridium botulinum. Spora tersebut menyebabkan tumbuhnya bakteri dalam usus bayi yang menghasilkan toksin Botulisme. Biasanya makanan yang terkontaminasi spora adalah makanan yang tidak diolah dengan baik atau makanan kaleng yang sudah kadaluarsa. Selain makanan yang terkontaminasi, ternyata madu juga merupakan media yang baik untuk tumbuhnya spora C.botulinum.

Pada anak yang lebih besar atau orang dewasa hal ini tidak terjadi karena saluran pencernaannya sudah matang. Bayi dibawah usia 1 tahun belum memiliki intensitas asam yang cukup dalam sistem pencernaannya untuk menangkis racun bakteri Clostrium botulinum. Sehingga dapat mengakibatkan keracunan. Kandungan alami madu ternyata memiliki sifat anti bakteri yang justru bermanfaat jika diberikan pada bayi yang sudah berusia lebih dari satu tahun :

  • Madu mampu menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella dan E. coli yang menyebabkan diare pada anak-anak.
  • Bisa digunakan untuk mengobati luka, borok.
  • Mengobati hidung tersumbat akibat alergi serbuk sari.
  • Sebagai pengganti gula pada penderita diabetes.
  • Memiliki kandungan antioksidan, yaitu penangkal radikal bebas yang mampu menjaga sel tubuh dari kerusakan.
  • Mampu mengurangi gejala awal pilek yang paling umum, yaitu batuk. Madu dianggap mampu mengalahkan kandungan dextromethorphan dan diphenhydramine, yang umumnya terdapat pada obat batuk untuk meredakan batuk dan gangguan tidur di malam hari. Anak-anak yang diberikan 2–10 ml atau 1–2 sendok teh madu setiap malam sebelum tidur menunjukkan kualitas tidur yang lebih terjaga dan frekuensi batuk yang berkurang hingga lebih dari 50 persen.

Jika saat ini Moms berencana untuk memberikan madu bagi si kecil yang masih berusia kurang dari 1 tahun, sebaiknya ditunda dulu ya. Berikan madu untuk si kecil pada usia yang tepat, sehingga dapat memperoleh manfaat madu yang beraneka ragam.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali