LOADING

100%

LAKUKAN 3M UNTUK MENGHINDARI GIGITAN NYAMUK

Oct 3, 2017

Sebentar lagi musim hujan akan segera tiba. Pada musim hujan, rumah dan lingkungan di sekitar kita menjadi kotor, lembab dan timbul genangan air di sana-sini. Genangan air menjadi sarang tempat berkembangnya nyamuk Aedes aegypti. Dibutuhkan waktu 7-8 hari untuk berkembang dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa. Yang menjadi sasaran gigitan nyamuk adalah anak-anak dan ibu hamil. Menurut hasil survey, ibu hamil yang terinfeksi virus dengue : 41% mengalami persalinan premature, 9,6% mengalami kelahiran premature, 9,3% mengalami pendarahan saat melahirkan, 3,8% janin meninggal di dalam rahim.

Nyamuk Aedes aegypti adalah nyamuk pembawa virus dengue, bukan virus DBD. Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011, bahwa Asia Pasifik penyumbang 75% dari seluruh beban dengue di dunia antara 2004 hingga 2019. Sementara, Indonesia sendiri adalah negara nomor 2 dengan kasus DBD terbesar dari 30 negara endemis. Wah, ngeri sekali ya Moms?

Tahukan Moms, apakah perbedaan demam dengue dan demam berdarah dengue (DBD)? Perbedaan mendasar dari keduanya juga dapat diketahui melalui jumlah plasma darah. DBD menyebabkan kebocoran plasma dari sel di pembuluh darah. Hal inilah yang membuat plasma darah menurun jumlahnya dibanding orang yang menderita demam berdarah dengue. Berbeda dengan demam dengue yang tidak dapat menyebabkan kebocoran plasma darah. Apa yang terjadi jika plasma darah menurun jumlahnya? Konsentrasi darah akan lebih mengental dibanding kondisi normal sehingga mempengaruhi pemasokan nutrisi untuk organ-organ penting dalam tubuh manusia. Bisa ditarik kesimpulan bahwa DBD lebih berbahaya ketika dibandingkan demam dengue. Bahkan penyakit ini bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Berdasarkan data internal dari Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada tahun 2015, penderita penyakit demam berdarah dari 34 propinsi di Indonesia adalah 129.179 orang, 1.240 diantaranya meninggal dunia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat jumlah penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) pada bulan Januari-Februari 2016 adalah 13.219 orang dan jumlah kematian 137 orang. Adapun proporsi penderitanya usia 5-14 tahun = 42,72% dan 15-44 tahun = 34,49%.

Nyamuk Aedes aegypti besifat diurnal alias aktif di pagi hari antara pukul 08.00 – 11.00 dan sore hari sekitar pukul 14.00 – 17.00, dimana waktu tersebut adalah jam sekolah dan waktunya anak-anak beraktivitas. Proses penularan virus DBD adalah :

  1. Nyamuk Aedes aegypti betina menghisap darah manusia yang terkena virus dengue
  2. Virus akan masuk ke tubuh nyamuk, diperlukan 8-10 hari bagi virus dengue untuk hidup dan membiak di dalam air liur nyamuk.
  3. Setelah 4-6 hari penderita akan mengalami demam tinggi. Adapaun gejala yang dialami penderita :
    1. Suhu badan tidak stabil
    2. Adanya ruam pada kulit
    3. Timbul bitnik merah
    4. Jumlah trombosit turun
    5. Mual dan muntah

Pencegahan yang dapat dilakukan :

  1. Menjaga kebersihan lingkungan rumah agar nyamuk tidak berkembang biak dengan melakukan 3M, yakni :
    1. Menguras
      Menguras penampungan air, jangan lupa disikat. Termasuk diantaranya adalah bak mandi, tandon/tempat penampungan air.
    2. Menutup
      Menutup penampungan air, supaya tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk.
    3. Mengubur
      Mengubur barang bekas supaya tidak menjadi tempat penampungan air yang mengakibatkan bersarangnya nyamuk.
  2. Memasang kasa nyamuk pada jendela, angin-angin dan pintu rumah.
  3. Memasang kelambu pada tempat tidur anak. Hindari penggunaan zat anti nyamuk yang membahayakan kesehatan.
  4. Menyediakan tanaman anti nyamuk seperti lavender, seledri, serai. Tanaman-tanaman ini memiliki aroma yang tidak disukai nyamuk, sehingga nyamuk tidak ingin mendekat.
  5. Menggunakan Telon Lang Plus, karena kandungan natural rhodinol mampu melindungi si kecil dari gigitan nyamuk selama 12 jam. Penting bagi Moms untuk memberikan zat yang aman dan tidak membahayakan si kecil untuk terhindar dari gigitan nyamuk. Moms tidak perlu khawatir untuk menggunakan Telon Lang Plus karena natural rhodinol yang terkandung dalam Telon Lang Plus aman untuk kesehatan bayi.

Moms, persiapkan lingkungan rumah menjelang datangnya musim hujan supaya si kecil dapat terjaga dan terlindungi dari gigitan nyamuk. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati?

https://www.dokterkamu.com/penyakit/apa-bedanya-demam-dengue-dengan-demam-berdarah-dengue https://www.dokterkamu.com/penyakit/apa-bedanya-demam-dengue-dengan-demam-berdarah-dengue

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali