LOADING

100%

TIPS MENGAJARKAN TOILET TRAINING PADA BALITA ANDA

Sep 7, 2017

Moms sudah pernah mendengar istilah toilet training? Toilet training adalah proses ketika anak belajar untuk buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di toilet selayaknya orang dewasa. Pada tahap ini, anak diajari untuk tidak lagi mengeluarkan air seni dan tinja pada popok.

Tiap anak memiliki kesiapan usia yang berbeda untuk mulai mengenal toilet training. Tetapi pada umumnya, di usia 3 tahun mereka sudah menggunakan toilet dengan sempurna. Untuk mengetahui apakah anak tersebut sudah siap mengenal toilet training, ada beberapa hal yang dapat diamati secara fisik yaitu :

  • Anak memperlihatkan ekspresi saat menahan BAK atau BAB.
  • Popok kering saat bangun tidur atau setelah dua jam pemakaian.
  • Tidak BAB di popok saat malam hari.
  • BAB terjadi pada waktu yang sama tiap harinya atau pada waktu yang bisa diprediksi.
  • Anak mampu melepas dan memakai pakaian serta mampu berkomunikasi dengan anda tentang pemakaian toilet.

Yang lebih penting dari kesiapan fisik, ialah kesiapan emosional. Moms dapat memperhatikan ciri-ciri berikut :

  • Anak akan memberitahu anda ketika popoknya kotor dan meminta untuk diganti dengan yang baru.
  • Dia lebih memilih memakai celana dalam ketimbang popok.
  • Menunjukkan ketertarikannya ketika anda memakai kamar mandi.
  • Memberitahu anda ketika dia ingin buang air.
  • Bersemangat mengikuti semua proses toilet training.

Tetapi meskipun kesiapan fisik dan emosional sudah nampak pada si kecil, bukan berarti proses toilet training bisa berjalan dengan sempurna. Karena di usia 2 tahun lebih, si kecil sudah bisa melakukan penolakan. Bagaimana cara mengatasinya? Moms harus memberi pengertian kepada si kecil mengenai manfaat jika BAB dan BAK dilakukan di toilet dan mengapa hal tersebut harus dilakukan oleh anak seusia si kecil. Meskipun sulit, tetapi hal tersebut harus dilakukan perlahan dan jangan memaksa. Berikut beberapa kesalahan yang kerap dilakukan orang tua ketika mengajarkan toilet training pada si kecil :

  • Terlalu Dini
    Sebaiknya jangan mengajari si kecil melakukan toilet training jika memang dia belum siap. Orangtualah yang tahu kapan waktu paling tepat mengajari anak toilet training dengan mengamati perkembangan fisik, kognitif dan perilakunya.
  • Memulai di waktu yang salah
    Balita sangat perlu rutinitas agar dia bisa memahami apa yang sedang diajarkan padanya. Sehingga perubahan apapun yang tidak sejalan dengan kesehariannya atau rutinitasnya itu bisa jadi kemunduran untuknya.
  • Membuatnya menjadi beban
    Ketika anak sudah menunjukkan ketertarikannya untuk BAK atau BAB di toilet, itu tentu sangat baik. Namun sebaiknya memaksanya untuk terus melakukan langkah tersebut. Kalau anak tertekan, dia bisa jadi sulit BAB atau mengalami masalah lainnya. Berikan anak waktu dan biarkan dia menjalani proses belajar tersebut sesuai kemampuannya.
  • Mengikuti aturan orang lain
    Melatih anak untuk BAB atau BAK di toilet butuh kesabaran dan waktu. Tidak usah mengikuti saran orang lain, karena hanya anda yang paling mengerti bagaimana balita anda.
  • Menghukum anak
    Menghukum atau marah pada anak ketika dia tidak benar-benar mau toilet training justru tak akan menyelesaikan masalah dan bisa membuatnya belajar. Berikan respon dengan bijak dan tenang ketika anak misalnya lupa ke kamar mandi untuk BAK.

Sebelum memulai mengajarkan toilet training, Moms dapat terlebih dahulu menjelaskan apa kegunaan toilet, dan jika si kecil masih belum berani untuk duduk di closet, Moms dapat menyediakan pispot untuk melatih si kecil duduk jika hendak BAB atau BAK, serta mengajak si kecil ke toilet jika Moms ‘beraktivitas’ di toilet.
Berikut langkah-langkah yang bisa Moms lakukan untuk memulai toilet training :

  • Mengajarkan bagaimana cara duduk yang benar di closet. Jika si kecil belum berani, Moms bisa memulainya dengan menggunakan pispot.
  • Ajari si kecil untuk membersihkan alat kelaminnya setelah BAK. Untuk BAB, balita belum bisa melakukannya sendiri, Moms harus membantunya.
  • Memberi contoh sekaligus mengajarkan anak untuk menggunakan flush, atau melihat proses pembuangan tinja/air kencing baik dari pispot maupun closet.
  • Ajari si kecil untk selalu mencuci tangan setelah membersihkan alat kelaminnya.

Tiap anak memiliki karakter yang berbeda, jika si kecil membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi, jangan paksa dia untuk harus melakukannya. Hindari memaksakan kehenda ketika anak belum siap melakukannya. Hal itu bisa memicu stres yang justru akan memperlambat kesiapannya melepas popok.

http://www.alodokter.com/anak-anda-sudah-siap-diberikan-toilet-training
https://wolipop.detik.com/read/2012/08/13/183728/1990283/857/5-kesalahan-orangtua-saat-melatih-anak-toilet-training

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali