LOADING

100%

TIPS MENGATASI KOLIK PADA BAYI

Jan 17, 2018

Penyebab bayi menangis umumnya adalah beberapa hal, bisa jadi karena lapar,  waktunya untuk minum ASI, popoknya penuh, buang air besar (BAB), merasa kepanasan atau kedinginan. Pernahkah Moms mengalami si kecil nangis terus menerus tanpa ada penyebabnya? Jika hal ini terjadi, kemungkinan si kecil mengalami kolik.  Kolik adalah keadaan dimana bayi menangis terus-menerus secara berlebihan (lebih dari 3 jam sehari dan paling sedikit 4 hari dalam seminggu). Gangguan ini bisa terjadi sejak anak lahir sampai usia 3-4 bulan.

 

Bayi yang mengalami kolik akan mengalami ciri-ciri sebagai berikut :

  • Menangis secara berlebihan setelah minum atau ketika bangun tidur, terutama di malam hari. Bayi tetap normal dan sehat selain waktu-waktu itu.
  • Tangis sulit dihentikan saat serangan terjadi.
  • Ketika menangis, wajahnya berwarna kemerahan, kedua tangannya mengepal, menarik lutut ke perut, serta melengkungkan punggung.

Penyebab kolik secara pasti masih belum dapat diketahui. Diduga terdapat beberapa kemungkinan seperti gangguan pencernaan, masuk angin, usus yang sensitif terhadap jenis protein tertentu, serta gula dalam susu formula. Memang belum ada bukti valid yang memastikan, namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi bahan evaluasi:

  • Hentikan konsumsi susu sapi. Ada kemungkinan si kecil mengalami intoleransi protein dari susu sapi atau produk susu lain. Moms dapat beralih memberikan susu berlabel hipoalergenik dengan kadar protein rendah. Konsumsi susu formula mengandung kedelai tidak direkomendasikan pada bayi kurang dari 6 bulan karena mengandung hormon yang dapat mempengaruhi perkembangan seksual dan fisiknya di masa yang akan datang. Jika gejala membaik setelah seminggu, Moms bisa kembali memberikan susu sapi.
  • Jika memberikan ASI, Moms juga dapat mencoba sejenak berhenti mengkonsumsi produk susu untuk melihat apakah kondisi si kecil akan membaik. Jika ternyata masalahnya terletak pada produk susu yang Moms konsumsi, maka sebagai penggantinya Moms perlu menkonsumsi sumber kalsium lain seperti suplemen.
  • Ganti botol susu bayi dengan jenis lain. Lubang yang terlalu kecil pada botol bayi dapat menyebabkannya menelan lebih banyak udara daripada cairan.
  • Jika Moms menyusui, hindari mengonsumsi terlalu banyak kopi, teh, dan makanan pedas.
  • Tepuk-tepuk punggung bayi dengan lembut agar dia bersendawa sehabis makan. Moms dapat melakukannya dengan meletakkannya pada salah satu pundak. Pastikan kepala dan lehernya tersangga dengan baik. Usap punggungnya hingga dia bersendawa. Tak apa jika ada sedikit makanan atau cairan yang keluar bersama sendawa.

Jika si kecil mengalami kolik, Moms tidak perlu panik. Kolik akan menghilang dalam beberapa minggu, dan tidak ada dampak jangka panjang terhadap kesehatannya. Umumnya, bayi yang kolik tetap punya nafsu makan yang baik serta kenaikan berat badannya normal.  Tidak perlu diberi obat apa pun. Boleh dicoba memberikan larutan gula pasir. Larutkan 1 sendok teh penuh gula pasir dalam 100 ml air mendidih. Setelah dingin, dapat diberikan 1-2 ml pada bayi yang sedang kolik. Ternyata rasa manis gula pasir mempunyai efek analgesi, pereda rasa sakit.

Oleh karena penyebabnya yang tidak diketahui pasti, maka cara penanganan kolik pun perlu dapat berbeda-beda. Secara umum, berikut hal-hal yang dapat dilakukan:

  • Pijat perut bayi dengan lembut
  • Gendong bayi selama dia menangis
  • Mandikan bayi dalam air hangat, lalu oleskan Telong Lang atau Telon Lang Plus untuk memberikan rasa hangat dan nyaman untuk bayi.
  • Gendong bayi dalam gendongan kain atau selimut
  • Hindari memindah-mindahkan posisi bayi karena berisiko semakin memicunya menangis lebih kencang. Membawanya ke kamar yang tenang, sejuk, dengan pencahayaan redup mungkin dapat membantu membuatnya lebih tenang.
  • Moms dapat meletakkan si kecil pada bouncer atau kursi goyang khusus bayi. Membawanya berjalan-jalan dengan mobil mungkin juga dapat membantu menenangkan.
  • Jika memungkinkan, berikan dot untuk menenangkan bayi.
  • Bersenandung atau mengeluarkan suara “sshhhhh…” pada bayi mungkin dapat membuatnya tenang.
  • Jika bayi sudah cukup mengkonsumsi cairan dan cukup tidur, Moms dapat menenangkan dengan menempatkannya di ranjang selama beberapa lama.
  • Jangan sekali-sekali mengguncang bayi saat dia menangis kencang

Tetapi jika si kecil menangis terus menerus dan berbagai upaya di atas tersebut sudah dilakukan, jangan ragu-ragu untuk segera membawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jangan sampai karena menyepelekan sesuatu ternyata berdampak lebih buruk bagi si kecil di kemudian hari.

Memiliki bayi memang membutuhkan kesabaran ekstra, Moms harus menjaga emosi supaya dapat menjaga dan merawat si kecil dengan baik. Biasanya jika si kecil rewel terus menerus akan membuat Moms jadi frustrasi. Yang paling penting adalah ikatan kasih sayang antara ibu dan anak. Menyusui bayi secara eksklusif sampai 6 bulan merupakan metode terbaik pengasuhan bayi, termasuk mencegah kolik.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali