LOADING

100%

BAGAIMANA MENGATASI ANAK YANG LAMBAT BICARA?

May 7, 2018

Pernahkah Moms merasa khawatir ketika si kecil belum bisa bicara sementara anak lain seusianya sudah dapat berbicara? Lambat bicara pada anak memang dapat menimbulkan kecemasan orang tua. Terkadang anak dengan gangguan bicara dan bahasa terlambat kurang mendapat perhatian karena orang tua berpikir, nanti juga dia akan bisa bicara atau hal tersebut terjadi karena ia hanya terlambat memulai saja, nanti dia pasti akan mengejar. Sebenarnya pada usia berapa si kecil sudah mulai berbicara?

Berikut adalah tahapan perkembangan kemampuan si kecil untuk mulai dapat berkomunikasi :

  • Usia 0-6 bulan
    -  Pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat membuat suara-suara sseperti aah atau uuh yang dikenal dengan istilah cooing.
    -  Setelah usia 3 bulan, bayi akan mencari sumber suara yang didengarnya dan menyukai mainan yang mengeluarkan suara.
    -  Mendekati usia 6 bulan, bayi dapat berespons terhadap namanya sendiri dan mengenali emosi dalam nada bicara. Cooing berangsur menjadi babbling, yakni mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya papapapapa, dadadadada, bababababa, mamamamama.
    - Waspada bila : tidak menoleh jika dipanggil namanya dari arah belakang, tidak ada babbling.

  • Usia 6-12 bulan
    -  Pada usia 6-9 bulan, bayi mulai mengerti nama-nama orang dan benda serta konsep-konsep dasar seperti ya, tidak, habis. Ia pun dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama dan papa tanpa arti.
    -  Pada usia 9-12 bulan, ia sudah dapat mengucapkan mama dan papa (atau istilah lain yang biasa digunakan pengasuh utama lainnya). Menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti beberapa perintah sederhana. Ia suka membeo, menirukan kata atau bunyi yang didengarnya.
    -  Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.
    -  Waspada bila: bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.

  • Usia 12-18 bulan
    Pada usia ini, anak biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah satu langkah. Pada usia 18 bulan kosakatanya telah mencapai 5-50 kata. Pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar keinginannya dengan kata-kata.

    Waspada bila: tidak ada kata berarti pada usia 16 bulan

  • Usia 18-24 bulan
    Dalam kurun waktu ini hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru. Ia dapat membuat kalimat yang terdiri atas dua kata dan dapat mengikuti perintah dua langkah. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita. Pada usia dua tahun, sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain.

    Waspada bila: Tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan

  • Usia 2-3 tahun
    Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Mendekati usia 3 tahun bahkan mulai menggunakan kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak.

  • Usia 3-5 tahun
    Ia dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya, serta menggunakan kalimat-kalimat panjang (>4 kata) saat berbicara. Pada usia 4 tahun, bicaranya sepenuhnya dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah dapat menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya.

Banyak faktor menjadi penyebab keterlambatan kemampuan bicara dan berbahasa anak :

  • Kelainan pada bagian-bagian mulut. Seperti masalah pada lidah atau langit-langit mulut.
  • Kelainan pada frenulum (lipatan di bawah lidah) juga bisa menyebabkan kesulitan bicara.
  • Masalah di sekitar mulut yang berbuntut ketidakefisienan saat berbicara. Kemampuan bicara yang terganggu ini bisa jadi satu-satunya masalah atau bisa pula mengindikasikan ada masalah perkembangan lain pada tubuh anak seperti masalah saat menelan makanan
  • Anak yang mengalami keterlambatan bicara juga harus diperiksa pendengarannya. Karena jika ada masalah pada pendengaran, anak akan kesulitan untuk mengerti percakapan dan berbicara.

Orangtua dan lingkungan terdekat memegang peranan penting dalam perkembangan bicara dan bahasa seorang anak. Kosakata anak berbanding lurus dengan jumlah kata yang didengarnya pada masa kritikal perkembangan bicaranya. Hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mengoptimalkan perkembangan bicara dan bahasa anak antara lain:

  • Rajin berbicara dan berkomunikasi dengan anak, dimulai pada masa bayi. Walau bayi yang sangat muda belum bisa berbicara, kata-kata yang didengarnya akan menjadi bekal dalam perkembangan bicara dan bahasanya!
  • Membacakan cerita adalah cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Sembari membaca, anak dapat diajak menunjuk gambar dan menyebut nama benda yang ditunjuk.

Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa sebaiknya dapat dikenali oleh orang tua sedini mungkin, apabila terdapat salah satu tanda waspada di atas, bawalah si kecil ke dokter anak untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali