LOADING

100%

CARA MENCEGAH NYAMUK BERSARANG DI RUMAH

Jun 15, 2017

 

Sebagai negara yang memiliki dua musim seperti Indonesia, musim pancaroba adalah masa di mana nyamuk akan muncul dalam jumlah yang lebih banyak, dan banyak orang terjangkit demam berdarah. Nyamuk aedes aegypti adalah penyebab utama demam berdarah.

Nyamuk ini menularkan virus demam berdarah ke manusia melalui gigitan nyamuk betinanya, bukan nyamuk jantan. Karena si betina membutuhkan darah untuk memproduksi telur. Ciri-ciri nyamuk Aedes agypti memiliki pola belang-belang putih di sekitar tubuh dan kakinya.

Siklus hidup/proses metamorphosis nyamuk memiliki empat tahapan, yaitu:

1.      Stadium telur

Pada fase ini, habitat air merupakan faktor utama yang menunjang tumbuh dan kembang telur nyamuk. Jika habitat air mengering, maka telur nyamuk akan segera mati. Fase ini berlangsung 2-3 hari sebelum akhirnya menetas dan menjadi larva.

2.      Stadium larva

Larva atau biasa disebut jentik tumbuh berkembang di permukaan air selama kurun waktu 7-10 hari. Faktor yang menyebabkan pertumbuhan jentik tersebut diantaranya suhu air, ketersediaan bahan makanan dan ada tidaknya predator dalam ekosistem tersebut. Pemakan jentik biasanya adalah biota perairan seperti ikan, molusca dan binatang amphibi.

3.      Stadium pupa

Ini adalah tahapan terakhir di habitat perairan. Larva/jentik berubah menjadi pupa/kepompong dalam kondisi inaktif untuk mempersiapkan tubuhnya menjadi dewasa yang siap terbang. Tahapan ini berlangsung sekitar 12 hari.

4.      Stadium nyamuk dewasa

Di stadium nyamuk dewasa inilah lahir seekor nyamuk dewasa yaitu nyamuk jantan dan nyamuk betina yang siap menghisap darah tubuh kita. Darah yang dihisap nyamuk betina mengandung protein yang tinggi yang digunakan nyamuk untuk pertumbuhannya. SIklus kehidupan nyamuk berlangsung sekitar 2-4 minggu sebelum akhirnya mati.

Dari siklus hidup nyamuk tersebut di atas, tampak bahwa media air adalah penunjang utama berlangsungnya siklus tersebut. Sudah sepatutnya genangan air yang ada di lingkungan rumah dan sekitarnya mendapat perhatian khusus. Setidaknya dengan rajin mengganti air dan membersihkannya. Minimal dengan hal tersebut, siklus hidup nyamuk dapat terhambat.

Nyamuk dapat berkembang dengan cepat di Indonesia karena Indonesia memiliki iklim yang panas dan lembap. Berdasarkan penelitian, nyamuk Aedes aegypti betina ini senang menghabiskan hidupnya di dalam atau sekitar rumah dan bisa terbang kurang lebih sejauh 400 meter.

Infeksi akibat virus ini umumnya terjadi pada siang hari, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya gigitan nyamuk ini di malam hari. Waktu yang paling rawan adalah dua jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari terbenam.

Nyamuk adalah hewan yang menyukai warna gelap, spektrum wana gelap amat menarik perhatian nyamuk, selain itu nyamuk juga suka ruangan yang bersuhu hangat seperti suhu tubuh manusia. Beberapa hal yang harus dilakukan supaya nyamuk tidak bersarang di rumah:

1.      Genangan air

Buang wadah yang tidak terpakai yang bisa menjadi tempat tertampungnya air dan menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Jika memiliki kolam renang, bak mandi atau kolam ikan, airnya harus sering diganti. Untuk kolam ikan, biasanya ikan tersebut memangsa jentik nyamuk yang berada di kolam.

2.      Memangkas tanaman

Tanaman yang lebat juga menjadi tempat favorit nyamuk. Oleh sebab itu pangkaslah tanaman di halaman rumah jika sudah lebat.

3.      Jangan menumpuk barang

Barang yang menumpuk biasanya menjadi tempat favorit nyamuk untuk bersembunyi. Rapikan barang dan kebiasaan menumpuk barang sebaiknya ditinggalkan.

4.      Hindari warna gelap

Pakaian atau barang yang berwarna gelap menarik perhatian nyamuk, karena warna hitam atau gelap menyerap sinar dan mengubahnya menjadi panas. Nyamuk suka dengan suhu hangat.

5.      Kurangi pakaian yang digantung

Jika anda senang menggantung pakaian di belakang pintu, maka berhati-hatilah. Celah yang sempit merupakan tempat yang tepat untuk bersembunyi dan berkembang biak. Sebaiknya cuci pakaian setelah digunakan atau disimpan di lemari tertutup.

6.      Membersihkan ventilasi

Membersihkan ventilasi, jendela, kipas angin, pendingin udara harus dilakukan secara rutin untuk menghindarkan debu dan nyamuk yang bersarang.

7.      Menciptakan suasana terang

Menggunakan warna-warna cerah untuk dinding dan furniture, lampu yang tidak suram, sehingga nyamuk enggan untuk bersarang.

Ada beberapa tempat yang menjadi favorit nyamuk tapi kadang tidak terpikirkan yaitu: alas teko, alas pot bunga, penampung air di belakang kulkas, ban bekas, alas gelas pada dispenser, tumpukan baju yang tidak terpakai, tempat minum burung di sangkarnya, talang di atas genteng yang tersumbat daun. Tempat-tempat ini kadang terlewatkan, karena selain ukurannya tidak besar, juga letaknya yang tidak langsung dihadapan kita. Yuk Moms mulai cek rumah dan halaman ya, mungkin ada genangan air atau barang-barang tidak terpakai yang harus dibersihkan! Pakaikan juga Minyak Kayu Putih dari Telon Lang sebagai bentuk perlindungan terhadap gigitan nyamuk ya Moms.

 

 

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali