LOADING

100%

MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG AUTIS

Oct 4, 2018

Autis atau autisme dalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Akibat gangguan ini sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Timbul pertanyaan dari orang awam, apakah autis bersifat menurun? Apakah penyebab autis? Bisakah disembuhkan? Yuk Moms, coba kita mengenal lebih jauh lagi tentang autis.

Beberapa gejala autisme dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala biasanya dimulai saat masih kecil, bahkan usia 1-2 tahun. Beberapa tanda dan gejala autisme adalah:

  • Tenang dan pasif
  • Tidak suka dipeluk atau hanya membolehkan dipeluk saat mereka ingin saja
  • Tidak akan melihat lurus objek saat orang lain menunjuk ke arah objek tersebut
  • Lebih suka menyendiri
  • Tidak peduli saat orang bicara dengannya, namun merespon suara lain
  • Mengikuti sikap atau perilaku, seperti menjentikkan jari, menyusun objek, dan memiliki kebiasaan/ritual yang harus dilakukan
  • Sulit beradaptasi dengan perubahan rutinitas
  • Sulit mengekspresikan kebutuhannya menggunakan kata-kata umum atau gerakan
  • Anak yang lebih besar dapat terlalu sensitif pada suara, bau, sentuhan, atau rasa
  • Mereka kurang dapat berimajinasi
  • Terlambat bicara

Berikut adalah 4 macam autism yang perlu Moms ketahui :

1. Autistic Disorder

Anak tidak memiliki kemampuan memahami permasalahan dari sudut pandang orang lain. Hidup di dunianya sendiri dan tidak memahami peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

2. Asperger Syndrome

Jenis yang ini lebih bisa berinteraksi dengan orang lain dan tidak memiliki masalah dalam keterlambatan berbahasa. Bahkan beberapa anak justru memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik tapi hanya pada bidang yang memang disenanginya.

3. Childhood Disintegrative Disorder

Sebuah kondisi dimana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik, bahasa dan fungsi sosialnya. Biasanya anak yang mengidap jenis penyakit autis ini mengalami perkembangan normal sampai di usia dua tahun. Setelah dua tahun, anak akan kehilangan keterampilan yang diperolehnya secara perlahan menginjak usia tiga atau empat bahkan 10 tahun. Banyak para ahli yang menganggap childhood disintegratice disorder adalah sebagai bentuk perkembangan dari autis itu sendiri.

4. Pervasive Developmental Disorder (Not Otherwise Specified)

Gejalanya lebih kompleks ketimbang tiga jenis autis yang diuraikan sebelumnya. Contohnya tidak bisa menanggapi perilaku orang baik secara lisan maupun non-lisan, tahan terhadap perubahan dan sangat kaku dalam rutinitas, sulit mengingat sesuatu dan lain sebagainya.

Tidak ada yang bisa menyembuhkan autisme, karena memang bukan penyakit. Meski demikian, peneliti menunjukkan bahwa terapi intervensi dini dapat memperbaiki perkembangan anak. Diantaranya :

  • Terapi bicara dan bahasa. Metode untuk memperbaiki perkembangan komunikasi pada anak autis, melalui latihan bicara dan dukungan interaktif audio-visual.
  • Terapi okupasional. Terapi yang membantu anak berkembang dan meningkatkan kemampuan untuk hidup dan bekerja normal setiap hari.
  • Terapi fisik: terapi yang meningkatkan perkembangan fisik dengan metode fisik seperti pijat dan latihan.

Sampai saat ini, belum diketahui apa penyebab autisme secara pasti. Meski demikian ada beberapa faktor risiko seseorang mengalami autisme yakni sebagai berikut :

  • Jenis kelamin. Autisme terjadi 5 kali lebih sering pada laki-laki dibanding wanita.
  • Riwayat keluarga. Keluarga yang memiliki anak autis mungkin akan memiliki anak autis lain.
  • Penyakit lain. Autisme cenderung terjadi lebih sering pada anak dengan genetik atau kondisi kromosom tertentu, seperti sindrom fragile X atau sklerosis tuberous.
  • Bayi prematur. Autisme lebih tering terjadi pada bayi prematur. Biasanya bayi lebih berisiko jika lahir sebelum 26 minggu
  • Usia orangtua. Peneliti menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia orangtua dengan anak autisme.

Tidak usah berkecil hati jika Moms memiliki anak yang menyandang autisme. Tentunya semua orangtua mengharapkan anaknya lahir sempurna, tetapi ketika hal tersebut tidak didapatkan, Moms juga tidak bisa berbuat lain selain melanjutkan kehidupan dan berupaya sebaik mungkin untuk sang anak.

https://www.halodoc.com/4-jenis-autis-yang-perlu-diketahui

http://autisme.or.id/istilah-istilah/autisme-masa-kanak/

https://hellosehat.com/penyakit/autisme/

 

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali