LOADING

100%

NORMALKAH JIKA BALITA SERING MENGALAMI BATUK PILEK?

May 7, 2018

Jika Moms memiliki balita, pernahkah si kecil mengalami batuk pilek yang datang dan pergi? Tentu hal ini membuat Moms merasa iba dan kasihan melihat si kecil yang tidak seceria biasanya. Balita bisa lebih sering mengalami batuk dan pilek daripada anak yang lebih tua dan orang dewasa karena mereka belum mempunyai sistem kekebalan tubuh yang kuat. Anak kecil belum membangun kekebalan tubuh ke lebih dari 100 virus berbeda yang menyebabkan batuk-pilek. Sebelum usia 7 tahun, sistem kekebalan tubuh anak belum kuat sepenuhnya. Selain itu, saluran pernapasan atas anak (termasuk telinga dan bagian sekitarnya) belum sepenuhnya berkembang sampai setelah usia sekolah. Sehingga, hal ini memungkinkan bakteri dan virus untuk menyerang imunitasnya.

Batuk pilek sendiri merupakan gejala di saluran napas (respiratorik), terutama saluran napas bagian atas. Secara garis besar penyebabnya ada dua, yakni infeksi dan alergi.

  1. BATUK PILEK INFEKSI

    Penyebab : si kecil diserang jasad renik, seperti kuman, mikroba atau virus. Namun penyebab terbesar adalah virus.

    Ciri khas : demam dan tubuh pegal-pegal/ngilu (balita biasanya tidak dapat mengungkapkan gejala yang disebut terakhir).

    Rentang waktu kesembuhan : 2-3 hari dengan catatan anak diberi asupan gizi yang mencukupi, istirahat yang baik dan melakukan semi bedrest (tidak sekolah dulu, tidak main- dulu/aktivitas dibatasi).

    Pengobatan : sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya. Maka itu pengobatan terbaik adalah dengan cara banyak istirahat dan minum banyak serta tentu saja dengan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil.

  2. BATUK PILEK ALERGI

    Bila batuk pilek si kecil berkelanjutan dalam artian lebih dari 3 hari belum juga sembuh, kemungkinan besar batuk pileknya disebabkan alergi.

    Penyebab : reaksi berlebihan pada saluran napas (hidung/tenggorokan) terhadap suatu pencetus.

    Faktor pencetus alergi terbagi tiga, yaitu :

    -  Lingkungan, misal :

    1.  Debu rumah dan tungau yang biasa terdapat pada karpet bulu, boneka bulu, gorden, tumpukan koran/majalah/buku.

    2.  Kapuk pada kasur, bantal, guling, boneka.

    3.  Asap, bisa karena asap rokok, asap dari dapur, obat nyamuk, sampah, dan kendaraan bermotor.

    4.  Rontokan bulu binatang.

    5.  Renovasi rumah; debu bangunan, semen, hingga bahan kimia lainnya, seperti pada cat

    -  Makanan :

    1. Makanan/minuman dingin.

    2. Permen dengan segala variasinya.

    3. Cokelat dan segala olahannya

    4. Aneka bahan penyedap rasa buatan.

    5. Gorengan.

    6. Kacang dengan segala olahannya.

    - Hal lainnya :

    1. Infeksi respiratorik akut; flu/batuk-pilek-demam.

    2. Kelelahan atau stres baik fisik maupun psikis.

    4. Aktivitas fisik berlebihan seperti berlarian, teriak-teriak, menangis, tertawa berlebihan.

    5. Perubahan musim atau pancaroba.

    Ciri khas batuk-pilek alergi : batuk membandel/susah sembuh, timbul berulang dalam rentang waktu yang pendek.

    Rentang waktu penyembuhan : lebih dari dua minggu

    Pengobatan : hindari pencetusnya sebisa mungkin maka anak akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan bila berhasil menghindarinya 100% batuk-pilek si kecil tidak akan kambuh lagi.

Supaya si kecil tidak mudah terkena batuk pilek, Moms bila melakukan hal berikut :

  1. Mencuci tangan. Ajari dan biasakan si kecil mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah bermain di luar, dan setelah memegang binatang peliharaan. Ajari mereka cara mencuci tangan yang benar menggunakan sabun. Jaga kebersihan tubuh mereka dengan membiasakan mandi minimal dua kali sehari, saat pagi dan sore.
  2. Asupan nutrisi bergizi. Tidak bisa dipungkiri bahwa asupan nutrisi yang cukup, lengkap, dan berimbang sangat diperlukan mereka, bukan hanya sekedar untuk memacu perkembangan dan pertumbuhan mereka, namun juga agar daya tahan tubuh mereka tetap terjaga sehingga mampu menahan serangan penyakit dari luar.
  3. Pakailah masker. Jika ada anggota keluarga atau teman bermain si kecil yang sedang sakit flu, biasakan si kecil untuk menggunakan masker untuk menurunkan risiko tertular. Membiasakan si kecil menggunakan masker mungkin tidak mudah karena dirasa kurang nyaman dan membatasi aktivitas mereka. Berikan penjelasan logis dan sederhana kenapa harus mengenakan masker.
  4. Cukup waktu tidur. Salah satu peran tidur adalah memberikan waktu pada tubuh untuk mengembalikan staminanya setelah seharian berakivitas, termasuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap aktif. Banyak anak yang jatuh sakit atau tertular flu karena kurang istirahat. Pastikan si kecil mendapatkan jam tidur yang cukup sesuai dengan tahapan usia perkembangannya.
  5. Istirahat jika sedang sakit. Jika si kecil terserang penyakit semisal flu atau batuk, kondisikan agar mereka mengurangi aktivitas bermain dan memperbanyak istirahat disamping mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Berikan jus buah atau sayur untuk mempercepat masa penyembuhan mereka.
  6. Ajarkan untuk aktif bergerak. Aktif bergerak termasuk berolahraga dapat memicu laju metabolisme agar selalu berada pada keadaan optimal. Berolahraga adalah salah satu alternatif mudah untuk menjaga agar sistem kekebalan tubuh tetap berada pada kondisi puncak.

Selamat mencoba tips diatas, semoga si kecil sehat selalu ya Moms..

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali