LOADING

100%

TIPS MENGATASI SEMBELIT PADA BALITA

Feb 21, 2018

Seseorang bisa dianggap mengalami konstipasi atau sembelit apabila buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Bagaimana jika sembelit terjadi pada balita Anda?

Banyak faktor yang mempengaruhi pola dan frekuensi bayi BAB. Diantaranya adalah:

ASI / Sufor

BAB akan terjadi pada bayi yang minum ASI setiap 3 - 5 hari sekali bahkan ada laporan yang menyatakan bahwa ada kasus bayi ASI BAB 1 kali dalam seminggu. Konstipasi tidak bisa disebut jika konsistensi feses bayi tidak keras dan kering. Sementara BAB 1 kali sehari atau memiliki konsistensi feses yang keras bisa terjadi pada anak dengan sufor.

Makanan Pendamping ASI (MPASI)

BAB bisa menjadi sering atau menjadi lambat tergantung dari pola pencernaan dan jenis makanan yang diberikan, apalagi untuk anak yang baru mendapat MPASI.

Cairan

BAB cenderung lebih jarang terjadi pada bayi yang dehidrasi dibanding dengan bayi yang cairannya tercukupi dengan baik.

Penyakit lain

Frekuensi BAB menjadi sering (diare) akibat dari infeksi bakteri / virus  atau bisa juga mengalami sulit BAB (konstipasi) akibat penyakit / kondisi pada rektum seperti penyakit crohn, penyakit celiac, ileus dll.

Moms juga perlu memperhatikan konsistensi (bentuk) dan warna feses untuk mengetahui apakah BAB si kecil normal atau tidak. Pola BAB masih termasuk dalam kategori normal jika anak sering BAB, konsistensinya yang baik, tidak keras dan tidak cair serta warna fesesnya normal (tergantung dari jenis makanan bayi) dan tidak rewel, demam dan lain-lain.

 

Cara mengatasi sembelit pada bayi perlu dibedakan menurut kelompok umurnya karena kondisi fisik bayi pada tiap perkembangan usianya akan berbeda-beda dan belum bisa melakukan penyesuaian secara alami :

  1. Bayi usia kurang dari 6 bulan :
  • Ada baiknya Mom berdisuksi terlebih dahulu dengan dokter anak untuk mengubah komposisi susu formula atau mempertimbangkan penggantian susu formula jika anak mengkonsumsi susu formula.
  • Jika diperlukan, dapat ditambahkan pelunak tinja yang dicampurkan ke dalam susu bayi untuk diberikan tiga kali sehari. Tentunya hal ini atas advis dari dokter.
  1. Bayi usia 6 – 24 bulan :
  • Moms dapat memberikan makanan yang bersifat laksatif alami. Contohnya adalah jus aneka buah seperti prune yang dicampur dengan aneka buah lain.
  • Memberikan obat laksatif pelunak tinja. Pemberian obat-obatan jenis ini hanya digunakan saat anak mengalami sembelit yang parah. Selan itu, untuk melunakkan dan melumasi tinja agar mudah dikeluarkan bisa menggunakan campuran minyak parafin.
  • Biasakan duduk di toilet secara reguler. Moms dapat meminta si kecil untuk duduk di toilet meski tidak merasa ingin buang air besar. Ciptakan suasana yang nyaman agar si kecil merasa nyaman tiap buang air besar di toilet.
  • Setidaknya tiga kali tiap hari berikanlah makanan yang sehat seperti dengan menambahkan serat sayuran atau buah. Jangan sajikan sereal yang siap saji seperti corn flake, sebagai gantinya Moms bisa memberikan roti gandum.
  • Batasi pemberian susu sapi jika si kecil berusia lebih dari 18 bulan dan hindari memberinya minuman manis sebelum waktu makan utama.
  • Moms juga dapat melakukan teknik pijatan ILU dengan menggunakan minyak Telon Lang untuk membantu melancarkan BAB bayi.

Konstipasi atau sembelit karena psikis juga bisa dialami oleh anak usia batita dan prasekolah, seperti ia cemas saat masuk sekolah dan berpisah dengan orang tua, berada di lingkungan yang baru atau tidak nyaman dengan kondisi toilet. Bisa terjadi pula karena pola makan yang salah, misalnya terlalu banyak minum susu sehingga si kecil sudah merasa kenyang dan tidak mau makan makanan yang disediakan, kurang minum air putih, kurang asupan makanan berserat (buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan sereal) atau terlalu banyak mengkonsumsi junk food.

Jika Moms sudah melakukan cara mengatasi sembelit seperti cara tersebut di atas namun belum ada perubahan, maka jangan ragu untuk meminta bantuan dokter. Jadikan pemberian obat pencahar sebagai langkah terakhir untuk menghindari trauma pada si kecil. Obat pencahar harus atas resep dokter karena obat ini merangsang gerakan peristaltik usus yang bila diberikan tidak sesuai aturan akan menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali