LOADING

100%

TIPS MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) UNTUK SI KECIL

Feb 21, 2018

Selama ini kecerdasan intelektual (IQ) memang masih dianggap sebagai salah satu elemen penting dalam mencapai kesuksesan, khususnya dalam hal akademis. Anak yang memiliki IQ tinggi biasanya berprestasi di sekolah dan cenderung lebih sehat. Tetapi, para ahli juga menyadari bahwa IQ bukan satu-satunya penentu kesuksesan seseorang. Pernahkan Moms mendengar istilah EQ?

Kecerdasan emosional / emotional quotient (EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Bagaimana mengekspresikan emosi dan mengatasinya dengan cara yang positif bahkan di situasi yang penuh tekanan. Anak yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang baik, akan mampu menggunakan kecerdasan kognitifnya (IQ) untuk berbuat baik dan memiliki kepribadian yang kuat atas apa yang mereka anggap benar.

Anak yang memiliki empati, kesadaran diri, mudah berbaur dengan lingkungannya, secara alami akan memiliki kemampuan belajar yang baik di masa mendatang. Dan sebaliknya, anak yang kurang matang secara emosional, yang katakanlah tidak dapat mengendalikan dorongan impulsifnya, lebih cenderung memiliki masalah akademik. Seperti IQ, EQ juga setidaknya sebagian merupakan bawaan, atau genetis. Tapi hanya melalui stimulasi dan nutrisi yang baik selama masa kanak-kanak lah, kecerdasan emosional dapat dibentuk.

 

Anak yang memiliki EQ tinggi cenderung memiliki hubungan yang lebih baik terhadap anggota keluarga, teman sekolah, ataupun orang lain yang ia temui dalam kehidupannya sehari-hari. Berikut langkah-langkah yang bisa Moms lakukan untuk mengasah kecerdasan emosional anak :

  1. Ajak anak mengenali dirinya

Ajaklah si kecil untuk mengenal siapa dirinya, apa saja kelebihan dan kelemahan yang ia miliki, termasuk bakat dan minatnya. Semakin ia tahu kemampuan dirinya, semakin tinggi rasa percaya dirinya. “Kamu bisa,” adalah ucapan yang memberikan dukungan moral pada saat anak ragu akan kemampuan dirinya.

  1. Ajari anak agar menerima kelemahan diri

Setelah mengetahui kelebihan dan kelemahan yang ia miliki, ajarlah agar ia menerimanya. Hal ini juga akan mengajarinya untuk dapat menerima kekurangan orang lain. Tidak ada salahnya orang tua berkata “Maaf,” saat Moms tidak dapat menepati janji kepadanya. Si kecil akan belajar menerima kekurangan orang lain dan ia akan terbiasa meminta maaf pula bila melakukan kesalahan.

  1. Ajari anak agar ia menghargai diri sendiri

Mulailah dengan cara paling sederhana, misalnya memberikan kebebasan meminta menu sarapan yang ia inginkan, atau memilih baju yang ia ingin gunakan. Berikan tugas kecil kepadanya agar ia merasa bangga dan puas bila berhasil menyelesaikannya tanpa bantuan Anda.

  1. Bangun konsep diri yang positif pada anak

Caranya, hargai setiap keberhasilan yang dilakukan anak. Ucapkan “Terima kasih,”, “Bagus”, “Pertahankan,” adalah salah satu contoh penghargaan terhadap usahanya. Dengan cara ini anak akan merasa percaya diri akan kemampuannya. Dan ia pun akan menjadi anak yang mandiri dan tidak selalu merengek minta bantuan.

Kecenderungan orangtua untuk mengabaikan perkembangan emosi anak di usia tumbuh kembangnya dapat memicu kondisi kesehatan mental anak yang disebut dengan childhood emotional neglect (CEN). CEN merupakan gangguan emosional yang sulit untuk dikenali oleh orangtua ataupun keluarga terdekat. Namun hal ini dapat lebih mudah dikenal saat si anak sudah beranjak dewasa, yang ditandai dengan kesulitan memahami emosi, mengekspresikan perasaan, kesulitan untuk berkomunikasi, dan menjalin hubungan sosial dengan orang lain. CEN justru lebih dapat dikenali oleh pihak ketiga di luar lingkungan sosial si anak, karena orang tersebut merasakan adanya perbedaan kontras dari cara berperilaku dan berkomunikasi dari seseorang yang mengalami CEN.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan emosi dan membangun kemampuan emosional anak, diantaranya:

  • Saat anak merasa sedih atau marah, jangan meyakinkan anak bahwa semuanya akan baik-baik saja. Bantulah mereka untuk memahami perasaanya dengan menanyakan apa yang terjadi dan bantu mereka mengatasi perasaan marah atau sedih tersebut dengan menunjukan apa yang mereka harus lakukan.

  • Bantu anak untuk membiasakan diri menyampaikan apa yang membuatnya kesal atau sedih, dengan begitu Anda sebagai orang tua dapat lebih mudah memberikan bantuan terhadap anak.

  • Tunjukan simpati dengan menanyakan masalah yang sedang ia alami dan yakinkan bahwa Anda akan selalu siap membantunya.

  • Bantu anak untuk menerima keadaan dan mencoba mengikhlaskan suatu kejadian dan perilaku orang lain yang membuatnya kesal ataupun marah.

Nutrisi yang tepat, dapat membentuk anak hebat yang cepat tanggap dan juga punya rasa peduli dengan kemampuan sosial yang tinggi.  Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan emosional anak, orangtua harus bisa menyadari perasaan anak, mampu berempati, menghibur, dan membimbing anak dalam keseharian mereka. Dengan peran aktif orangtua, anak dapat memiliki kemampuan untuk mengendalikan dorongan hati, menunda pemuasan sesaat, memberi motivasi diri mereka sendiri, membaca isyarat sosial orang lain, dan menangani kondisi naik-turunnya kehidupan.

https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/akibat-orangtua-mengabaikan-perkembangan-emosi-anak/

https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/meningkatkan-eq-kecerdasan-emosional/

https://id.theasianparent.com/pentingnya-meningkatkan-iq-eq-anak-sejak-dini/



Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali