LOADING

100%

YANG HARUS DILAKUKAN KETIKA ANAK SEDANG TANTRUM

Mar 12, 2018

Moms, sudah pernah mendengar istilah tantrum? Mungkin diantara Moms ada yang masih belum familiar dengan istilah ini. Yuk kita bahas bersama! Tantrum merupakan fase ketika si kecil mengalami kemarahan luar biasa dengan karakteristik frustrasi, dilanjutkan dengan menangis, berteriak, dan pergerakan badan yang berlebihan, termasuk melempar barang, menjatuhkan diri ke lantai, dan lain-lain.

Penyebab tantrum pada anak adalah ketika ia menginginkan sesuatu namun tidak dapat mengungkapkannya, hal ini disebabkan karena kemampuan bahasanya yang belum bisa memahami struktur kalimat yang kompleks secara benar. Mereka hanya mampu mengungkapkan beberapa kata di dalam pikirannya. Sehingga mereka mengamuk untuk mengutarakan apa maksudnya. Tantrum pada anak bisa jadi merupakan sebuah observasi yang ia lakukan. Mengapa demikian? Karena saat dirinya tidak bisa mengungkapkan keinginannya, maka ia mengamuk. Ketika mengamuk dan Moms menuruti keinginannya, maka ia akan melakukan hal tersebut di lain waktu untuk memenuhi keinginannya. Dan jika dibiarkan, hal itu akan menjadi kebiasaan buruknya.

Terkadang ketika si kecil mengalami tantrum, orang tua juga menjadi emosional bahkan tidak jarang bersikap kasar terhadap si kecil. Nah, sebaiknya apa yang Moms lakukan ketika si kecil mengalami tantrum?

  • Ajak si kecil berbicara
    Cari tahu apa penyebab utama yang membuat si kecil bersikap demikian. Berbicaralah pada mereka tentang apa yang mereka rasakan. Tunjukkan pada si kecil bahwa Moms menyayangi mereka, tapi tidak dengan perilaku mereka yang demikian. Anak-anak dapat berperilaku buruk karena mereka membutuhkan perhatian yang lebih. Untuk itu, Moms harus menunjukkan padanya bahwa Moms mencintai mereka dengan cara memuji perilakunya yang baik dan memberi mereka banyak dekapan ketika mereka tidak berperilaku buruk.
  • Mengalihkan perhatian si kecil
    Anak kecil sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Manfaatkan hal ini untuk mengalihkan emosinya saat tantrum pada anak terjadi. Carilah pengalihan seperti mainan yang sudah lama tidak dimainkan atau memberinya makanan kesukaan untuk menghiburnya. Hal itu bisa membuatnya lupa dengan tantrumnya. Moms bisa mengajaknya bermain atau memintanya untuk membantu kegiatan memasak, membereskan mainan dan lain sebagainya.

Tidak hanya si kecil, orang tua pun harus menyikapi dengan tepat dan bijak jika si kecil sedang tantrum :

  • Harus tetap tenang
    Jika si kecil tengah mengalami tantrum, usahakan Moms tidak terjebak dalam situasi emosi tersebut. Moms harus tetap tenang dan tidak emosional. Jangan terpancing emosi saat si kecil mengamuk atau marah-marah. Jangan membiarkannya melempar barang yang ada di dekatnya. Beri tahu bahwa yang ia lakukan itu tidak baik.
  • Jangan memukul anak
    Saat si kecil mengalami tantrum, janganlah memukulnya atau berteriak padanya. Memukulnya bukanlah pilihan yang tepat dan itu akan membuat tantrumnya menjadi lebih buruk lagi. Jika Moms terpancing emosi, usahakan untuk ambil napas dalam-dalam, kontrol emosi, dan cobalah untuk membuatnya tenang. Moms harus berusaha tegas dan disiplin padanya. Jangan biarkan tantrum tersebut menjadi kebiasaan yang kerap ia lakukan jika ia menginginkan sesuatu yang tidak Moms turuti.

Ada kalanya ketika si kecil mengalami tantrum, Moms tidak perlu langsung berusaha untuk menghentikannya. Ada beberapa alasan yang ternyata tantrum pun memiliki manfaat untuk si kecil, yaitu :

  1. Meluapkan emosi
    Saat anak mengamuk sampai keluar air mata, ini berarti ia sedang melepaskan hormon stres – kortisol – dari tubuhnya. Coba perhatikan saat anak marah, merengek, artinya ia sedang frustasi. Begitu emosinya sudah terluapkan, suasana hatinya jadi jauh lebih baik. Biarkan anak-anak mengamuk tanpa berusaha mengganggu prosesnya sehingga mereka sampai pada akhir perasaan mereka.
  2. Tidur lebih nyenyak
    Emosi anak yang terpendam menggelembung saat otaknya beristirahat. Jadi ketika anak tantrum, biarkan ia menuntaskan kegundahannya sampai fase akhir. Karena hal itu dapat meningkatkan kesejahteraan emosionalnya dan membantu tidur nyenyak sepanjang malam.
  3. Belajar menerima penolakan
    Kemungkinan anak mengamuk karena menerima jawaban ‘tidak’. Mengatakan 'tidak' memberi anak batasan yang jelas tentang perilaku yang dapat diterima dan tidak. Mungkin Moms selalu meng-iya-kan permintaan anak karena tidak ingin menghadapi dampak emosionalnya. Tapi sebenarnya dengan berkata ‘tidak’, Moms mengajarkannya tentang penolakan sambil tetap berempati pada kesedihannya dengan memberikan cinta dan pelukan.
  4. Ekspresi perasaan
    Mengamuk merupakan ekspresi anak menunjukkan kesedihan dan perasaan tak nyaman akibat penolakan yang diterimanya.
  5. Lebih dekat secara emosional
    Saat anak menjerit, menangis, bahkan menendang barang-barang yang ada di sekitarnya, Moms tak perlu meresponnyanya dengan banyak berkata-kata. Cukup sedikit ucapan tapi meyakinkan.

Nah Moms, tantrum ternyata tidak selalu berkonotasi negatif ya. Cara menyikapi tantrum dengan tepat justru akan memberikan dampak positif untuk perkembangan si kecil dan kedekatan emosional antara Moms dan buah hati.

Artikel Untuk Bunda Lainnya

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Telon

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Minyak Kayu Putih

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Telon Lang Plus

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Dipercaya Ibu

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Perlindungan 12 Jam

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Menghangatkan Tubuh Bayi

Kembali