Bahasa Bayi | Telon Lang

Bahasa Bayi

December 4, 2018

Karena hanya bisa menangis dan belum bisa berbicara, apa pun yang dirasakan bayi diungkapkan dalam bentuk celotehan. Dan ternyata menurut penelitian, semua bayi berusia 0-3 bulan memiliki kode celotehan yang sama ketika ingin menyampaikan sesuatu. Tahukah Moms maksud celotehan si kecil tersebut?

Supaya si kecil tidak menangis histeris karena Mom tidak dapat memahami apa yang ia maksudkan, berikut adalah beberapa ‘bahasa’ bayi yang wajib Mom ketahui :

  • NEH

Artinya sedang lapar. Kata ini agak mirip dengan “Heh” dan “Eh”, jadi harus hati-hati mendengarkannya. Jika Mom tidak meresponnya dengan baik, maka bayi akan menangis lebih keras.

  • HEH

Artinya tidak Nyaman. Bayi mengucapkan kata ini pasti dengan mimik yang berbeda dengan “Neh”. Jika Moms memahami kata ini, maka segeralah membuat posisi bayi menjadi nyaman agar tidak menangis kencang.

  • EH

Artinya bersendawa. Biasanya diucapkan selesai minum susu atau justru perut sedang kosong.

  • OWH

Artinya mengantuk. Mungkin kata ini lebih mudah dimengerti karena diucapkan oleh sang bayi dengan bentuk mulut bundar atau O.

  • EAIRH

Artinya perut kembung. Suaranya mirip orang menggumam atau grrrhhh. Jika sang bayi sudah mengucapkan kata ini, segera perbaiki posisinya.

 

Untuk mengetahui lebih jelas, berikut adalah tahapan perkembangan bahasa si kecil, sejak ia lahir hingga usia balita :

  1. Tahap 1: Tangisan

Bayi telah menangis bahkan sejak lahir. Ketika baru lahir, tangisan bayi menandakan bahwa paru-parunya terisi oleh udara. Ternyata, tangisan merupakan salah satu respon dari bayi terhadap lingkungan luarnya.

  1. Tahap 2 : Ocehan

Bayi biasanya mulai mengoceh pada usia sekitar 1-2 bulan. Suara dari ocehan bayi sendiri terbentuk dari suara udara yang diolah di tenggorokan. Bayi biasanya mengoceh ketika merasa senang saat berada di sisi

  1. Tahap 3 : Celotehan (babbling)

Celoteh merupakan hasil penyempurnaan dari ocehan. Celoteh sendiri adalah hasil penggabungan huruf mati dan huruf hidup, seperti “da”, “ma”, “uh”, dan “na” (Pujaningsih, 2010). Bayi bisa mulai berceloteh ketika berada pada usia pertengahan satu tahun.

  1. Tahap 4 : Munculnya kata pertama

Walaupun begitu, kata-kata pertama bayi biasanya baru keluar ketika bayi meninjak usia 10-15 bulan. Rata-rata pada usia 13 bulan, bayi memahami 50 kata, namun bayi baru mampu menyebutkannya setelah berusia 18 bulan. Di antara 18 bulan-2 tahun, bayi telah mampu mengucapkan 200 kata. Hal ini disebut dengan vocabulary spurt, atau pertumbuhan yang terlewat cepat dalam pemahaman dan pengucapan kata oleh bayi.

  1. Tahap 5 : Perkembangan dua kata

Pada usia 18-24 bulan, bayi biasanya telah bisa meyampaikan hal dengan dua kata. Seperti contohnya, ketika bayi berkata “mama susu” dengan menunjuk gelas, bayi kemungkinan merasa haus dan ingin minum susu.

  1. Tahap 6: Gestur

Selain menyampaikan pesannya dengan suara, bayi juga menggerakkan tubuhnya untuk memperjelas apa yang ingin disampaikannya. Penggunaan gestur ini muncul sekitar 8-12 bulan.

Tidak semua anak memiliki perkembangan yang sama ya, Moms. Selama si kecil bertumbuh kembang dengan baik, tidak perlu merasa khawatir. Jika Moms merasa ada yang tidak sesuai dengan tumbuh kembang sesuai usia si kecil, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut ya.

 

http://www.parenting.co.id/bayi/kenali+%27bahasa%27+bayi+dan+artinya

https://hellosehat.com/parenting/tips-parenting/perkembangan-bahasa-pada-bayi/

Kembali