Kenali Warna BAB Si Kecil dan Penyebabnya | Telon Lang

Kenali Warna BAB Si Kecil dan Penyebabnya

December 18, 2018

Bayi yang mengonsumsi ASI eksklusif (hanya ASI, tidak ada makanan lain apa pun) memiliki tekstur yang lembek dan berwarna kotoran yang lembut dan lunak, warnanya kuning atau kadang sedikit kehijauan dan tidak berbau menyengat. Teksturnya agak berair menyerupai diare. Ini dikarenakan ASI sangat mudah dicerna dan mengandung semua nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi. Ketika si kecil sudah mulai mengonsumsi makanan padat, warna dan tekstur kotorannya juga akan berubah.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi pencernaan si kecil Moms dapat mengetahuinya dengan melihat warna kotoran si kecil. Apa saja warna kotoran si kecil?

  • Kuning

Warna kuning adalah indikasi feses normal. Susu yang dikonsumsi bayi amat mempengaruhi warna fesesnya. Bila bayi minum ASI secara eksklusif, tinjanya berwarna lebih cerah dan cemerlang atau didominasi warna kuning, karenanya disebut golden feces.

Sedangkan bila yang diminum susu formula, atau ASI dicampur susu formula, warna feses akan menjadi lebih gelap, seperti kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.

  • Hijau

Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus muncul karena artinya cara ibu memberi ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak. Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi ASI sangat melimpah. Bayi hanya mengisap foremilk yang memiliki kandungan gula dan laktosa tinggi tapi rendah lemak. Hindmilk memiliki kandungan banyak lemak, baru terisap setelah foremilik habis. Lemak pada hindmilik yang membuat tinja berwarna kuning. Nah, jika bayi hanya mendapatkan foremilk, akan membuat fesesnya berwarna hijau, terbentuk gas yang banyak sehingga bayi merasa tidak nyaman (kolik).

Jika warna feses hijau dan kuning, berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari foremilk sampai hindmilk.

  • Merah

Warna merah pada kotoran bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Bisa disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya. Perlu observasi lebih lanjut dari dokter.

  • Putih/Keabu-abuan

Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu. Ini berarti cairan empedunya tidak bisa mewarnai tinja, dan ini tidak boleh terjadi karena sudah ‘lampu merah’. Bila bayi sampai mengeluarkan tinja berwarna putih, saat itu juga ia harus dibawa ke dokter. Jangan menundanya sampai berminggu-minggu karena pasti ada masalah serius yang harus diselesaikan sebelum bayi berumur tiga bulan.

Bayi Moms mengalami perut kembung akibat terganggu pencernaannya? Moms bisa mengoleskan minyak telon seperti Telon Lang ke perut, dada, dan telapak kaki si kecil. Jika bayi menjadi rewel, tidak mau makan, muntah bahkan diare, Moms harus segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

https://id.theasianparent.com/amati-warna-kotoran-bayi/

http://www.ayahbunda.co.id/bayi-gizi-kesehatan/kenali-warna-feses-bayi-sehat

Kembali