Kenang Hari Ibu | Telon Lang

Kenang Hari Ibu

December 26, 2018

Mata sayu Bu Aan Hasanah sesekali memperhatikan jam yang tergantung di dinding rumahnya. Sudah hampir tiga jam berlalu untuk waktu minum susu sang buah hati, Kenang Cahaya Ramdani. Dengan sangat hati-hati, Bu Aan menuangkan sendokan susu terakhir dari kaleng, membuatnya dan kemudian memasukkannya ke dalam tube agar bisa diminum oleh Kenang lewat selang.

Ya, Kenang adalah anak yang diberkahi kebutuhan khusus. Masih terukir di ingatan Bu Aan dua setengah tahun lalu pada malam Ramadhan saat Kenang lahir ke dunia. Dengan uang pas-pasan, sang suami mengantar Bu Aan dengan menggunakan jasa kendaraan online. Betapa perih perutnya saat Bu Aan melahirkan Kenang, namun tidak seperih kabar yang ia terima dari bidan yang menangani Kenang kala itu: “Anak Ibu menderita Down Syndrome.”

Seolah ujian ingin membuat Bu Aan kuat, lagi-lagi ia harus tahu bahwa Kenang juga mengalami gizi buruk, hypothyroid, alergi susu sapi dan kedelai, mengalami kebocoran serta infeksi jantung, dan pada bulan puasa 2017 silam, Kenang mengalami stroke yang membuat tubuh bagian kanannya hampir tidak bisa digerakkan. Hancur rasanya hati Bu Aan, tangisan tak dapat lagi membendung rasa sedihnya yang selalu datang menghampiri putri kecilnya. Entah sudah berapa tetes air matanya jatuh ke atas sajadah memohon kekuatan agar terus bertahan dan berharap.

Pendapatan suaminya yang seorang supir angkutan umum tidak sanggup memenuhi biaya pengobatan dan susu khusus untuk Kenang, hingga sesekali Bu Aan harus meminta ke saudara dan tetangga. Ia tentu sangat lelah, sesekali bahkan ingin menyerah.

“Tapi kalau saya ngeliat senyum Kenang, saya gak mau nyerah. Saya harus kuat demi Kenang,” Bu Aan menjawab sambil sesekali menggendong Kenang. “Saya sebagai orangtua memang sudah ingin sekali meng-aqiqah­-kan Kenang, tapi boro-boro, Mas, untuk makan saja saya kadang harus minta.”

Sambil mengusapkan perlahan Telon Lang ke tubuh Kenang agar putrinya hangat dan beraroma bayi, Bu Aan kembali bercerita, “Alhamdulillah, saya bersyukur sekali waktu Bu RT memberitahu saya bahwa Kenang akan mendapatkan bantuan aqiqah dari Telon Lang.” Bu Aan tersenyum sambil mengajak bercanda Kenang, “Enak ya, Nak? Hangat ya pakai Telon Lang?”

Bu Aan sangat berharap Kenang agar cepat sembuh. “Biar Kenang ketika mandiri nanti, bisa ngapa-ngapain sendiri kalau saya nanti sudah berpulang.” Jeda ucapan Bu Aan diselingi dengan suara tangisnya yang tidak bisa lagi ia sembunyikan.

Dengan kembali senyum, Bu Aan mengucapkan rasa syukurnya untuk Telon Lang yang tidak hanya membantu menghangatkan tubuh Kenang ketika anaknya sedikit rewel dan melindunginya dari nyamuk, juga yang telah memberi Kenang kesempatan untuk di-aqiqah-kan. “Terima kasih banyak, Telon Lang. Saya bersyukur sekali Kenang mendapatkan kesempatan ini.”

“Untuk para Ibu yang mengalami hal serupa dengan saya di luar sana, tetap semangat. Anak kita pasti sembuh,” ucap Bu Aan, “Dan untuk Kenang, Ibu sangat sayang Kenang. Cepat sembuh ya, Nak ku.”

Kembali