Ketahui Lebih Lengkap Tentang Perut Kembung Pada Bayi | Telon Lang

Ketahui Lebih Lengkap Tentang Perut Kembung Pada Bayi

January 15, 2019

Secara umum, bayi berusia 0-3 bulan dan 6-12 bulan lebih sering mengalami perut kembung. Pada usia 0-3 bulan, bayi yang mengalami kembung dikarenakan ususnya sedang dalam proses mematangkan diri. Sedangkan pada usia 6 bulan ke atas, perut kembung pada bayi dapat kerap terjadi karena ia mulai masuk tahap MPASI dimana dia akan mengonsumsi jenis-jenis makanan padat untuk pertama kalinya.

Sebenarnya perut kembung pada bayi hingga usia 3 bulan termasuk hal yang wajar, karena memang saluran pencernaannya belum berfungsi sempurna. Bahkan bayi disebut dapat kentut hingga 13-21 kali sehari. Namun perut kembung pada bayi dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi yang membuat bayi menjadi rewel.

Selain perut menjadi keras, gejala bayi yang mengalami kembung biasanya berupa sering bersendawa, kentut, dan rewel. Moms juga bisa kenali beberapa faktor lain yang dapat menjadi penyebab bayi kembung seperti di bawah ini.

  1. Bayi banyak bergerak saat makan. Seorang pakar gastroenterologi dan nutrisi anak mengungkapkan bahwa bayi yang diajak berjalan-jalan ke sana kemari saat makan dapat menyebabkan udara terperangkap di dalam saluran usus.
  2. Mengonsumsi sayuran brokoli, kacang, dan kol. Saat bayi sudah bisa mengonsumsi MPASI (makanan pendamping ASI) Moms bisa batasi asupan jenis-jenis sayur tersebut karena dapat menyebabkan kembung.
  3. Minum susu, baik ASI, maupun botol. Bayi kembung dapat diakibatkan intoleransi protein dalam minuman ataupun makanan yang dikonsumsinya. Jika bayi kembung akibat intoleransi protein dari susu formula, maka dokter bisa jadi akan menyarankan susu hipoalergenik.
  4. Sebagian bayi mengalami kesulitan mencerna sukrosa dan fruktosa dalam jus buah sehingga dapat menyebabkan bayi kembung dan bahkan diare.
  5. Menangis terlalu lama yang dapat menyebabkan udara masuk ke mulut sehingga mengakibatkan bayi kembung.
  6. Posisi menyusui kurang tepat sehingga udara ikut terhisap.
  7. Bayi tidak segera disusui saat lapar sehingga udara masuk perut.
  8. Mengonsumsi susu formula. Beberapa bayi ada yang tidak tahan laktosa, sehingga saat ia diberi susu formula, kandungan laktosanya menyebabkan gas terkumpul dalam usus.

Saat si kecil rewel karena kembung, Moms tak perlu panik karena ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengurangi risiko bayi kembung, seperti di bawah ini.

  1. Coba tegakkan tubuh bayi saat menyusu atau makan sehingga mencegah kembung.
  2. Selalu posisikan kepala lebih tinggi dari perut saat harus makan sambil berbaring.
  3. Gunakan botol susu yang mencegah timbulnya gelembung udara yang memicu bayi kembung.
  4. Buat dia bersendawa secara teratur seperti saat mengganti posisi menyusui.
  5. Letakkan kain hangat di atas perut bayi.
  6. Memijat perut bayi atau mengusap punggungnya secara perlahan dapat membantu angin keluar dari perut bayi.
  7. Lakukan pemijatan dengan cara mengusap perut bayi ke arah usus besar, lalu turun lagi. Lakukan saat ia sedang santai atau tidak menangis.
  8. Tengkurapkan bayi sehingga gas di perut mencari tempat lebih tingi lalu kemudian keluar sebagai buang angin.
  9. Lakukan gerakan olahraga pada bayi. Olahraga untuk bayi dapat membantu meredakan perut kembung si kecil. Berikut ini adalah kegiatan berolahraga dengan si kecil: yang pertama ada gerakan bersepeda untuk si kecil. Caranya, telungkupkan si kecil lalu secara perlahan gerakan kakinya ke arah perutnya. Gerakan kedua adalah kegiatan tummy time, dengan bermain tengkurap di lantai atau di atas kasur. Aktivitas dan tekanan di perut si kecil dapat membantu mengeluarkan gas di dalam perutnya.
  10. Oles Telon Lang di sekujur tubuhnya. Telon Lang baik digunakan untuk menjaga kehangatan tubuh si kecil. Kandungan minyak anis dan kayu putih di dalam Telon Lang akan bantu mengurangi perut kembung. Ia pun bebas dari perut kembung sehingga bisa tidur nyenyak dan bebas rewel.

Meski umumnya kembung tidak berbahaya, tetapi Moms perlu segera periksakan bayi kepada dokter jika kembung tidak kunjung reda hingga setidaknya tiga hari dan disertai gejala-gejala lain, seperti demam, diare, dan muntah. Tindakan dokter diperlukan jika cara-cara di atas belum berhasil. Dokter mungkin perlu pemeriksaan pencitraan (radiology) untuk mencari penyebab kembung.

 

 

sumber:

https://www.alodokter.com/bayi-kembung-dapat-diakibatkan-hal-hal-yang-tidak-anda-sadari-ini

http://www.ayahbunda.co.id/bayi-tips/atasi-bayi-kembung-

https://www.alodokter.com/cara-mengatasi-perut-kembung-pada-bayi

Kembali