Mengapa Ibu Hamil Wajib Waspada Terhadap Virus Zika? Ini Alasannya.. | Telon Lang

Mengapa Ibu Hamil Wajib Waspada Terhadap Virus Zika? Ini Alasannya..

January 5, 2019

Selain malaria dan demam berdarah ada satu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk yang juga patut Moms waspadai yaitu virus zika. Virus Zika ditularkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti, di daerah tropis dan subtropis. Nyamuk Aedes biasanya menggigit pada siang hari, memuncak pada pagi hari dan sore / malam hari. Ini adalah nyamuk yang sama yang menularkan demam berdarah, chikungunya dan demam kuning.

Virus Zika pertama kali diidentifikasi di Uganda pada tahun 1947 pada monyet. Kemudian diidentifikasi pada manusia pada tahun 1952 di Uganda dan Republik Persatuan Tanzania. Wabah pertama yang tercatat dari penyakit virus Zika dilaporkan dari Pulau Yap (Negara Federasi Mikronesia) pada tahun 2007. Lalu diikuti oleh wabah besar infeksi virus Zika di Polinesia Prancis pada tahun 2013 dan negara-negara lain dan wilayah di Pasifik. Pada Maret 2015, Brasil melaporkan wabah besar penyakit ruam, yang segera diidentifikasi sebagai infeksi virus Zika, dan pada Juli 2015, ditemukan terkait dengan sindrom Guillain-Barré. Wabah penyakit virus zika telah dicatat di Afrika, Amerika, Asia dan Pasifik.

Pada Oktober 2015, Brasil melaporkan hubungan antara infeksi virus Zika dan mikrosefali. Wabah dan bukti penularan segera muncul di seluruh Amerika, Afrika, dan wilayah lain di dunia. Hingga saat ini, total 86 negara dan wilayah telah melaporkan bukti infeksi Zika yang ditularkan oleh nyamuk.

Virus Zika juga ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan, melalui kontak seksual, transfusi darah dan produk darah, dan transplantasi organ. Masalah utama dengan Zika adalah efeknya pada bayi yang belum lahir. Pada wanita hamil, virus ini dapat menyebabkan keguguran, bayi yang lahir mati, atau bayi dengan cacat lahir. Salah satu cacat lahir serius yang disebabkan oleh Zika adalah mikrosefali. Dalam mikrosefali (kata medis untuk kepala kecil), otak dan tengkorak bayi tidak tumbuh dengan baik, sehingga bayi akan mengalami masalah perkembangan dan kesehatan yang parah. Mikrosefali disebabkan oleh perkembangan otak abnormal yang mendasari atau hilangnya jaringan otak. Hasil anak bervariasi sesuai dengan tingkat kerusakan otak.

Wanita hamil tidak boleh bepergian ke tempat-tempat dengan wabah Zika, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Sementara anak sehat yang terkena infeksi Zika tidak akan mengalami mikrosefali. Hanya bayi yang terinfeksi Zika sebelum mereka lahir yang berisiko mengalami masalah dengan perkembangan otak.

Masa inkubasi (waktu dari paparan gejala) penyakit virus Zika diperkirakan 3-4 hari. Mayoritas orang yang terinfeksi virus Zika tidak mengalami gejala. Gejala umumnya ringan termasuk demam, ruam, konjungtivitis, nyeri otot dan sendi, malaise, dan sakit kepala, dan biasanya berlangsung selama 2-7 hari.

Gejala infeksi virus Zika biasanya ringan. Orang dengan gejala seperti demam, ruam, atau arthralgia harus banyak istirahat, minum cairan, dan mengobati rasa sakit dan demam dengan obat-obatan umum. Jika gejalanya memburuk, penderita harus mencari perawatan dan saran medis. Sementara wanita hamil yang tinggal di daerah dengan penularan Zika atau yang mengalami gejala infeksi virus Zika harus mencari perhatian medis untuk pengujian laboratorium dan perawatan klinis lainnya.

Perlindungan terhadap gigitan nyamuk di siang hari dan sore hari adalah langkah utama untuk mencegah infeksi virus Zika. Perhatian khusus harus diberikan pada pencegahan gigitan nyamuk di antara wanita hamil, wanita usia reproduksi, dan anak kecil. Langkah-langkah perlidungan yang bisa Moms lakukan adalah:

  1. Mengenakan pakaian yang berwarna terang yang menutupi tubuh sebanyak mungkin
  2. Menggunakan penghalang fisik seperti tirai jendela dan pintu serta jendela tertutup
  3. Menerapkan penolak serangga pada kulit atau pakaian yang mengandung DEET, IR3535 atau icaridin sesuai dengan instruksi label produk.
  4. Anak kecil dan wanita hamil harus tidur di bawah kelambu jika tidur di siang hari atau sore hari.
  5. Wisatawan dan mereka yang tinggal di daerah yang terkena dampak harus mengambil tindakan pencegahan dasar yang sama seperti dijelaskan di atas untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.
  6. Menggunakan Telon Lang Plus terutama untuk Moms yang tengah hamil dan juga si kecil agar senantiasa terhindar dari gigitan nyamuk.

Kandungan alami Telon Lang membuatnya aman untuk dipakai setiap hari baik untuk ibu hamil ataupun bayi dan balita. Aromanya yang menenangkan dapat mengurangi mual pada ibu hamil, serta hangatnya pas untuk kulit si kecil yang sensitif sekalipun.

 

Sumber:

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/zika-virus

https://kidshealth.org/en/parents/zika-virus.html

Kembali