Mengenal Malaria, Penyakit Yang Bisa Mengancam Nyawa! | Telon Lang

Mengenal Malaria, Penyakit Yang Bisa Mengancam Nyawa!

January 3, 2019

Mungkin banyak orang yang masih menyamakan malaria dengan demam berdarah, padahal dua penyakit ini adalah dua penyakit berbeda Moms. Bahkan sampai saat ini, malaria masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang paling dikhawatirkan di Indonesia. Laporan Kemenkes tahun 2017 menyatakan bahwa dari total 262 juta penduduk Indonesia, sebanyak 4,9 juta atau dua persennya tinggal di daerah sangat rawan penyebaran malaria, seperti Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan sebagian Kalimantan. Bahkan selama tahun 2017 pula tercatat ada 261.617 kasus malaria yang menewaskan setidaknya 100 orang di Indonesia. Meski angka kejadian malaria tidak sebesar demam berdarah dengue (DBD), tapi risikonya tidak bisa disepelekan Moms. Malaria bisa mengancam nyawa, terlebih pada anak-anak. Maka dari itu tiap orangtua harus waspadai gejala malaria sedini mungkin.

Sebenarnya apa sih malaria itu? Malaria adalah penyakit yang mengancam jiwa. Ini biasanya ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi. Nyamuk yang terinfeksi membawa parasit Plasmodium. Ada empat jenis parasit malaria yang dapat menginfeksi manusia: Plasmodium vivax, P. ovale, P. malariae, dan P. falciparum. Bahkan P. falciparum menyebabkan bentuk penyakit yang lebih parah dan mereka yang terkena bentuk malaria ini memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Seorang ibu yang terinfeksi juga dapat menularkan penyakit kepada bayinya saat lahir. Ini dikenal sebagai malaria bawaan.

Ketika nyamuk ini menggigit, parasit akan dilepaskan ke aliran darah. Begitu parasit ada di dalam tubuh, mereka akan pergi ke hati, di mana mereka akan berkembang. Setelah beberapa hari, parasit yang sudah dewasa memasuki aliran darah dan mulai menginfeksi sel darah merah. Dalam waktu 48 hingga 72 jam, parasit di dalam sel darah merah berlipat ganda, menyebabkan sel yang terinfeksi akan semakin banyak. Parasit tersebut terus menginfeksi sel darah merah, menghasilkan gejala yang terjadi dalam siklus yang berlangsung dua hingga tiga hari sekaligus.

Malaria biasanya ditemukan di iklim tropis dan subtropis tempat parasit dapat hidup. Malaria sendiri ditularkan melalui darah, sehingga juga dapat ditularkan melalui:

  1. Transplantasi organ
  2. Transfusi
  3. Penggunaan jarum atau jarum suntik bersama

 

Siapa saja dapat tertular malaria. Namun mereka yang tinggal atau bepergian ke daerah yang endemis (daerah dengan angka kejadian malaria tinggi) dan kelompok usia tertentu, seperti anak-anak, lebih rentan mengalami penyakit ini. Pada anak, bahkan tak hanya lebih mudah terinfeksi, tapi juga mudah mengalami komplikasi serius dari malaria.

Gejala malaria biasanya berkembang dalam 10 hari hingga 4 minggu setelah infeksi. Dalam beberapa kasus, gejala mungkin tidak berkembang selama beberapa bulan. Beberapa parasit malaria bahkan dapat memasuki tubuh tetapi akan tidak aktif untuk jangka waktu yang lama. Namun pada umumnya gejala umum malaria meliputi:

  1. Menggigil kedinginan yang bisa berkisar dari sedang sampai parah
  2. Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius yang terjadi terus-menerus sepanjang hari.
  3. Banyak berkeringat
  4. Sakit kepala
  5. Mual dan muntah
  6. Sakit perut
  7. Diare
  8. Anemia
  9. Nyeri otot
  10. Kejang
  11. Koma
  12. Tinja berdarah

Ternyata malaria sama berbahayanya dengan demam berdarah dengue ya Moms. Itulah kenapa juga sangat penting melakukan pencegahan dengan melakukan hal-hal mudah yang bisa dilakukan di rumah seperti menyingkirkan semua perabotan rumah dari air yang tergenang, memakai baju yang longgar dan panjang agar terhindar dari gigitan nyamuk, serta selalu memakai Telon Lang Plus yang dapat melindungi keluarga dari gigitan nyamuk.

Aplikasikan Telon Lang Plus di seluruh tubuh karena selain dapat mencegah nyamuk untuk menggigit, Telon Lang Plus juga bisa memberi kehangatan terutama di musim hujan ini.

 

Sumber

https://www.healthline.com/health/malaria#prevention

https://www.who.int/ith/diseases/malaria/en/

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3491263/gejala-malaria-pada-anak-berbeda-dengan-orang-dewasa

https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/gejala-malaria-pada-anak/

Kembali