Ternyata Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Tertentu Lho! | Telon Lang

Ternyata Nyamuk Lebih Suka Menggigit Orang Tertentu Lho!

January 20, 2019

Ketika berada dalam sebuah ruangan terkadang dijumpai ada orang yang digigit nyamuk, sementara ada orang lain yang merasa tidak. Ternyata hal tersebut terjadi karena nyamuk memiliki kecenderungan untuk menggigit orang yang memiliki ciri-ciri tertentu lho. Apa sajakah itu? Yuk, kita simak bersama!

  1. Orang dengan ukuran tubuh lebih besar

Karbondioksida merupakakan salah satu komponen yang menarik nyamuk untuk datang. Hal ini yang menyebabkan mengapa nyamuk lebih suka menggigit orang dewasa atau orang yang berukuran lebih besar (baik berat maupun tinggi badannya) karena secara otomatis, orang lebih besar akan menghasilkan karbondioksida lebih banyak.

  1. Ibu hamil

Ibu hamil mengeluarkan karbon dioksida lebih banyak daripada orang normal pada umumnya dan suhu tubuh ibu hamil biasanya sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang biasa. Hal ini mengundang nyamuk untuk menghampiri ibu hamil.

  1. Kolesterol tinggi

Nyamuk akan menggigit mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam darah dan orang yang lebih efisien dalam memproses kolesterol, sehingga produk sampingan dari metabolisme kolesterol ini tersisa di permukaan kulit sehingga mengundang nyamuk untuk datang.

  1. Asam urat

Penelitian mengungkapkan bahwa mereka yang memproduksi komponen asam tertentu seperti asam urat secara berlebihan rentan terhadap gigitan nyamuk. Ini karena substansi tersebut dapat memicu indera penciuman nyamuk, sehingga memancing nyamuk untuk datang.

  1. Golongan darah O

Suatu penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Medical Entomology pada tahun 2004 menyatakan bahwa nyamuk lebih sering hinggap pada mereka yang memiliki golongan darah O. Kemungkinan tersebut dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah A. Sementara golongan darah B pada penelitian ini berada di tengah-tengah.

  1. Selesai berolah raga

Setelah berolahraga, tubuh cenderung menghasilkan lebih banyak karbondioksida karena biasanya seseorang akan bernapas lebih sering dan lebih cepat. Selain itu, komponen lain yang dihasilkan oleh kelenjar keringat yaitu asam laktat, juga mengundang nyamuk untuk datang.

  1. Sensitif terhadap gigitan nyamuk

Memiliki kulit yang lebih sensitif, sehingga reaksi terhadap gigitan nyamuk lebih besar jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kulit sensitif. Jadi meskipun mungkin orang lain juga sama-sama digigit nyamuk, tetapi bagi yang berkulit  sensitif, akan lebih cepat menyadari adanya gigitan nyamuk sehingga menyimpulkan bahwa nyamuk hanya mengincar dirinya saja.

Meski tidak termasuk dalam golongan tersebut di atas, sebaiknya Moms selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan supaya tidak menjadi sarang nyamuk dan membuat nyamuk berkeliaran di rumah. Apalagi sekarang sedang musim demam berdarah, jangan lupa untuk selalu mengoleskan Telon Lang Plus ketika si kecil hendak mulai beraktivitas atau ketika ia hendak tidur. Kandungan alaminya mampu melindungi si kecil dari gigitan nyamuk hingga 10 jam.

 

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/7-alasan-mengapa-anda-sering-digigit-nyamuk/

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150811164928-277-71451/kenapa-beberapa-orang-lebih-sering-digigit-nyamuk

Kembali