Tips Menyimpan ASI Perah Supaya Tetap Higienis dan Tahan Lama | Telon Lang

Tips Menyimpan ASI Perah Supaya Tetap Higienis dan Tahan Lama

December 11, 2018

Memberi ASI eksklusif untuk si kecil hingga ia berusa 2 tahun adalah harapan setiap ibu.  Sebab ASI memberikan manfaat yang tidak dapat tergantikan oleh makanan apa pun. Beberapa manfaat ASI untuk si kecil adalah :

  • ASI mengandung nutrisi lengkap untuk bayi, termasuk antibodi alami yang akan membantu mencegah terjadinya infeksi atau gangguan kesehatan lainnya.
  • ASI mudah dicerna lambung sehingga tidak menimbulkan masalah pencernaan, seperti diare yang sering dialami bayi. ASI juga mengandung probiotik yang penting untuk pembentukan mikroflora dalam saluran pencernaan, serta hipoalergenik sehingga bayi terhindar dari reaksi alergi.
  • Bayi yang diberi ASI memiliki daya tahan tubuh kuat sehingga tidak gampang sakit. ASI juga mengurangi risiko si kecil terhadap gangguan pencernan, alergi, asma, hingga diabetes di kemudian hari.

Bersyukurlah para ibu yang dianugerahi air susu yang berlimpah sehingga dapat menyimpan air susu perah tersebut di freezer untuk digunakan di lain waktu.  Menyimpan ASI perah di freezer juga kerap dilakukan para ibu yang bekerja di luar rumah, karena harus meninggalkan si kecil di rumah selama jam kerja dan ASI  dapat diberikan kepada si kecil melalui botol susu.

Di masa sekarang ini, menyimpan ASI perah adalah hal yang lumrah dan mudah dilakukan. Bisa dibayangkan beberapa puluh tahun lalu ketika tidak ada freezer tentu hal ini sulit dan tidak mungkin dilakukan. Meski demikian, untuk menjamin agar kualitas ASI tetap terjaga dan higienis, ada beberapa cara yang harus Moms lakukan, adalah sebagai berikut :

  1. Tempat penyimpanan ASI

Tempat yang baik untuk penyimpanan air susu ibu adalah tempat berbahan beling atau plastik dengan tutup yang kedap udara. Misalnya, botol susu dengan tutup yang rapat, atau kantong khusus ASI. Jangan gunakan kantong yang bukan khusus untuk ASI, karena dapat pecah ketika dibekukan di dalam freezer.

  1. Membersihkan tempat penyimpanan ASI

Bersihkan botol atau wadah dengan air hangat dan sabun. Kemudian bilas sampai bersih dengan air hangat atau disterilisasi dengan merebusnya seperti halnya mempersiapkan botol susu biasa. Lalu biarkan kering secara alami.

Berhati-hatilah untuk merebus tempat berbahan plastik, karena hanya plastik berlabel BPA-free yang aman bila terkena panas.

  1. Cara menyimpan ASI
  • Segera dinginkan ASI dalam waktu kurang dari 1 jam setelah dipompa dari payudara.
  • Berilah label tanggal dan jam penyimpanan supaya mudah diingat.
  • Cara menyimpan ASI yang baik adalah dengan membaginya dalam jumlah sedikit-sedikit, karena susu yang tidak habis akan dibuang dan tidak baik bila disimpan kembali.
  • Jangan mencampur ASI baru dengan ASI yang sudah didinginkan sebelumnya.
  • Jangan mengisi ASI terlalu penuh pada tempatnya, sisakan ruang kosong sekitar 2,5 cm dari atas.

Ketika hendak menggunakan ASI perah yang sudah dibekukan di freezer pun ada teknik tertentu :

  • Menggunakan penghangat ASI elektrik yang bisa digunakan di rumah atau di mobil.
  • Menempatkan botol penyimpan ASI perah ke dalam panci atau mangkuk berisi air hangat. Diamkan beberapa saat. Ingat, jangan menaruh panci atau baskom tersebut di atas kompor yang menyala.
  • ASI perah yang dibekukan, sebaiknya tidak langsung dikeluarkan dalam suhu ruang. Beberapa penelitian mengungkap perubahan suhu yang cepat dapat memengaruhi kandungan antibodi dalam ASI yang bermanfaat bagi bayi. ASI perah beku dari freezer dapat diletakkan terlebih dahulu di ruang pendingin pada kulkas, kemudian hangatkan sebagaimana cara di atas.
  • Jika ASI perah dibutuhkan segera, maka Moms dapat menempatkannya di bawah air mengalir dengan suhu biasa. Lalu lanjutkan mengalirinya dengan air hangat. Jika belum cukup hangat, tempatkan botol di dalam mangkuk berisi air hangat. Untuk memeriksa apakah suhu ASI sudah sesuai, teteskan ke pergelangan tangan. Jika suhu sudah sesuai, ASI bisa langsung diberikan pada si kecil.
  • Meski tampaknya mudah, hindari menghangatkan atau mencairkan ASI perah menggunakan microwave. Perubahan susu yang terlalu cepat pada ASI perah bisa menghilangkan kandungan antibodi yang dibutuhkan oleh bayi.

Berikan ASI eksklusif untuk si kecil hingga ia berusia 2 tahun. Untuk 6 bulan pertama, jangan berikan makanan lain, hanya ASI. Supaya ASI berkualitas dan berlimpah, Moms harus mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Jika Moms adalah ibu yang bekerja di luar rumah, ikuti petunjuk di atas supaya ASI perah tetap terjaga kualitasnya dan higienis ya.

 

https://www.alodokter.com/penyimpanan-asi-perah-yang-benar

https://id.theasianparent.com/cara-menyimpan-asi/

Kembali