Waspada Banjir Sebagai Penyebab Penyebaran Malaria | Telon Lang

Waspada Banjir Sebagai Penyebab Penyebaran Malaria

January 4, 2019

Salah satu kekhawatiran setiap orang tua saat musim hujan adalah munculnya banjir akibat intensitas hujan yang tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut bencana banjir dapat meningkatkan transmisi penyakit menular. Penyebaran penyakit terbagi menjadi dua cara: lewat air dan ditularkan melalui vektor. Penyakit-penyakit yang dibawa oleh air meliputi demam tifoid, kolera, leptospirosis, dan hepatitis A. Sementara beberapa penyakit seperti malaria, demam berdarah, demam kuning, dan demam west nile menyebar lewat vektor.

Banjir, bisa menyebabkan peningkatan vektor penyakit seperti nyamuk, Moms. Mereka biasa muncul dengan waktu jeda 6-8 minggu setelah banjir. Epidemi malaria di tengah banjir tercatat pernah terjadi di wilayah Atlantik Kosta Rika pada tahun 1991, Republik Dominika pada tahun 2004, dan Peru Utara. Fenomena El Nino selain diduga sebagai faktor penyebab epidemi malaria, juga menjadi pemicu epidemi demam berdarah 10 tahun terakhir di seluruh benua Amerika.

Malaria dapat menjadi kondisi yang mengancam jiwa, terutama jika penderita terinfeksi parasit P. falciparum. Perawatan untuk penyakit ini biasanya disediakan di rumah sakit. Dokter akan meresepkan obat berdasarkan jenis parasit yang dimiliki oleh penderita. Dalam beberapa kasus, obat yang diresepkan mungkin tidak menghilangkan infeksi karena resistensi parasit terhadap obat. Jika ini terjadi, dokter mungkin perlu menggunakan lebih dari satu obat atau mengganti obat sama sekali untuk mengobati kondisi penderita.

Selain itu, beberapa jenis parasit malaria, seperti P. vivax dan P. ovale, dapat hidup dalam tubuh penderita untuk jangka waktu yang lama dan mengaktifkan kembali di kemudian hari yang menyebabkan kambuhnya infeksi. Jika penderita ditemukan memiliki salah satu dari jenis parasit malaria ini, maka penderita akan diberikan obat kedua untuk mencegah kekambuhan di masa depan.

Sama seperti demam berdarah, tidak ada vaksin yang tersedia untuk mencegah malaria. Moms bisa berkonsultasi dengan dokter jika Moms berencana bepergian ke daerah di mana malaria biasa terjadi atau jika Moms tinggal di daerah tersebut. Moms mungkin akan diberi resep obat untuk mencegah penyakit. Obat-obatan ini sama dengan yang digunakan untuk mengobati penyakit dan harus diminum sebelum, selama, dan setelah perjalanan.

Jika Moms tinggal di daerah di mana malaria biara terjadi, maka jangan tunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter tentang pencegahan jangka panjang. Tidur dengan menggunakan kelambu dapat membantu mencegah gigitan nyamuk. Menutupi kulit dengan memakai baju longgar dan panjang atau menggunakan semprotan serangga yang mengandung DEET juga dapat membantu mencegah infeksi. Jika Moms tidak yakin apakah malaria lazim di daerah Moms, Moms bisa mengecek melalui Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau Pusat Pengendalian dan Pencegaha Penyakit yang memiliki peta terkini di mana malaria dapat ditemukan.

Saat bepergian ke tempat yang endemis malaria, maka Moms perlu curiga gejala sekecil apapun yang tidak biasa yang dialami oleh si kecil, karena bisa jadi dia terinfeksi malaria. Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan darah dan menemukan parasit penyebab penyakit dalam sel darah merah. Apabila sudah jelas diagnosisnya, maka dokter akan memberikan obat malaria yang sesuai dengan tipe parasitnya. Obat-obatan tersebut harus diminum sesuai dengan jadwalnya. Bila terlewat atau tidak sesuai, maka parasit sulit untuk mati dan berpotensi untuk kambuh lagi di kemudian hari.

Sebenarnya, malaria dapat dengan mudah dicegah dengan melakukan beberapa langkah sederhana berikut:

  1. Menggunakan pakaian lengan panjang agar terhindar dari gigitan nyamuk
  2. Tidur dalam kelambu
  3. Membersihkan tempat-tempat yang sering dijadikan sarang nyamuk, seperti genangan air, pakaian yang tergantung, dan sebagainya
  4. Menyemprot ruangan untuk meminimalisir nyamuk. Cara ini juga akan meminimalisir jenis penyakit lain yang ditularkan oleh nyamuk.
  5. Menggunakan Telon Lang Plus yang memiliki kandungan Natural Rhodinol yang terbukti secara klinis efektif mengusir nyamuk, serta memberi kehangatan jika dibalurkan di seluruh tubuh.

 

 

Sumber

https://www.healthline.com/health/malaria#prevention

https://www.who.int/ith/diseases/malaria/en/

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3491263/gejala-malaria-pada-anak-berbeda-dengan-orang-dewasa

https://tirto.id/waspadai-penyakit-penyakit-akibat-banjir-c96i

Kembali